Ketua Program Doktor Ilmu Hadis (PDIH) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Medan, Prof. Dr. Ziaulhaq Hidayat, mendapat kehormatan sebagai External Examiner dalam ujian Viva Voce mahasiswa doktoral di Academy of Islamic Studies, University of Malaya, Malaysia.
Keterlibatan Prof. Dr. Ziaulhaq sebagai penguji eksternal menunjukkan pengakuan internasional terhadap kompetensi akademik dan kepakaran dosen UIN Sumatera Utara di bidang studi hadis dan keislaman. Dalam ujian tersebut, beliau bergabung bersama tim penguji yang terdiri atas akademisi dan pakar dari berbagai universitas untuk menilai kualitas disertasi yang diajukan oleh kandidat doktor.
Ujian Viva Voce yang dilaksanakan secara daring berlangsung dengan lancar. Setelah melalui proses tanya jawab dan evaluasi, serta diskusi akademik yang mendalam, kandidat doktor dinyatakan lulus dengan sejumlah perbaikan sesuai rekomendasi para penguji.
Disertasi yang diuji mengangkat tema Prophetic Psychospiritual, sebuah kajian yang berupaya mengintegrasikan ilmu hadis dengan pendekatan psikospiritual dalam upaya menjawab kebutuhan masyarakat kontemporer. Penelitian tersebut menyoroti bagaimana ajaran dan nilai yang bersumber dari hadis Nabi dapat dikembangkan sebagai landasan bagi penguatan kesehatan mental, kesejahteraan spiritual, serta pembangunan karakter umat Islam.

Dalam komentarnya, Prof. Dr. Ziaulhaq Hidayat menyampaikan apresiasi terhadap disertasi tersebut. Menurutnya, disertasi ini menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan sebagian besar penelitian hadis yang selama ini cenderung berfokus pada aspek normatif, konseptual, dan teoritis.
“Penelitian ini menarik karena berusaha menjadikan hadis tidak hanya sebagai sumber nilai dan konsep keagamaan, tetapi juga sebagai sumber psikospiritual yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Pendekatan seperti ini penting untuk memperkuat kontribusi studi hadis dalam menjawab berbagai persoalan kemanusiaan dan sosial yang dihadapi umat saat ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Ziaulhaq berharap penelitian semacam ini dapat menginspirasi lahirnya kajian-kajian hadis yang lebih aplikatif, interdisipliner, dan responsif terhadap tantangan zaman. Menurutnya, pengembangan studi hadis tidak hanya perlu berorientasi pada penguatan khazanah keilmuan Islam, tetapi juga pada upaya menghadirkan solusi nyata bagi kehidupan masyarakat.[]
